Cara Membantu Anak Pemalu

Jumat, 08 Maret 2013

Jika sampai saat ini si upik masih saja pemalu di sekolah, mintalah bantuan gurunya. Tapi sebelum ini, pastikan anda tahu bantuan yang perlu diminta.


Gadis cilik anda sering di juluki si 'ratu malu'. Pasalnya sampai sekarang ia belum mau ditinggal sendiri di sekolah, masih suka sembunyi di balik punggung anda, dan jarang terdengar suaranya atau mengacungkan tangan di kelas. Selama istirahat, ia hanya memandang anak-anak lain bermain tanpa berani bergabung. Melihat kenyataan seperti ini, anda pasti setuju bahwa si upik lebih pantas disebut 'ratu malu'.

TANDA-TANDA PEMALU

John Malouff, Ph.D, dari School of Psychology University of New England, Australia menjelaskan, anak-anak yang pemalu biasanya masih belum merespon ketika diajak bicara guru atau teman sekelasnya, meski sudah berminggu-minggu sekolah. "Mungkin mereka mau sedikit bicara, tapi suaranya sangat pelan, dan menghindarkan kontak mata." papar Dr. malouf dalam artikelnya What if a Lion won't Roar? Ways Teacher Can Help Young Students Overcome Shyness.

Dari hari ke hari, anak-anak pemalu akan diam menunggu di dekat anak-anak lain tanpa pernah mau bermain bersama. "Anak pemalu juga bisa terlihat tegang atau bingung di sekolah lantaran khawatir menjadi pusat perhatian, atau khawatir melakukan sesuatu yang memalukan".

Di tingkat prasekolah sampai sekolah dasar, anak pemalu cenderung menunjukkan 3 atau 4 dari tanda-tanda di bawah ini:

  1. Jarang, atau sama sekali tidak pernah bicara dengan sengaja
  2. Mampu mengikuti perintah, tapi tidak pernah memberi respon verbal terhadap perintah-perintah tersebut.
  3. Menjauh jika diajak bicara.
  4. Menonton anak lain bermain, tapi tidak mau bergabung.
  5. Jarang, atau sama sekali tidak mau melakukan kontak mata.
  6. Bicara dengan volume suara pelan.
  7. Paling belakang dalam urusan tampil ke muka atau baris berbaris.

SEMBILAN BANTUAN GURU

Sikap pemalu di sekolah tak menguntungkan anak. Misanya, ia jadi gampang salah tingkah, susah menjalin persahabatan, mengalami gangguan belajar, enggan ambil peranan dan susah mendapat kesempatan untuk mengasah dan meningkatkan ketrampilan sosial. Jika berlajut sampai usia 9-10 tahun, teman-teman si kecil mungkin akan menganggapnya 'tidak normal'. Imbasnya, harga diri atau self esteem anak akan merosot. Itulah sebabnya, anda perlu membantu anak mengikis sikap pemalunya.

Dalam banyak kasus, anak balita yang pemalu mengalami perkembangan menggembirakan berkat bantuan gurunya. Menurut Dr. Malouff, guru bisa membantu:

  1. Menempatkan si upik dalam kelompok kecil. Guru bisa meminta si upiik bergandengan dengan anak lain dalam kelompoknya, atau meminta mereka bermain 'polwan-polwanan' yang bekerja sama menangkap pencuri.
  2. Mendorong interaksi .Guru bisa mengajarkan kalimat pembuka percakapan dengan anak lain. Misalnya: "Halo, namaku Sasha." Guru bisa juga mengajarkannya melambaikan tangan, tersenyum pada anak lain, atau meminta anak lain menyapa si upik terlebih dulu. misalnya: "Chika suka kucing? Sasha punya kucing banyak di rumah. Ayo Sasha tolong beritahu Chika nama-nama kucingmu ya..."
  3. Bersabar. Guru bisa memberi waktu lebih banyak kepada si upik untuk menjawab pertanyaan, atau menunjukkan sesuatu di kelas. Kalau si Upik belum mau menjwab, guru bisa mengalihkan pertanyaan kepada anak lain, atau beralih ke kegiatan lain.
  4. Berempati dan berusaha memahami. Guru bisa mengucapkan komentar yang menyejukkan dan membesarkan hati. Dengan cara ini, si upik merasa aman dan nyaman, serta lebih mudah diajak biocara mengenai perasaannya. Lalu guru bisa membantu upik mengenali emosinya.
  5. Bersikap hangat. Guru bisa menciptakan kehangatan dengan banyak senyum, bermain bersama, bercanda, memeluk dan mengelus kepala anak lain. Suasana hangat akan menumbuhkan keberanian si upik.
  6. Menghargai keberanian. Guru bisa mematok standar keberanian yang lebih rendah untuk setiap kemajuan yang dicapainya. misalnya, hari ini guru memuji si upik karena berani mengacungkan jari saat dipanggil namanya. Esoknya, guru hanya memberi pujian ketik si upik mengacungkan jari sambil mengatakan "saya, Bu!". Lusa, guru hanya memuji ketika si upik mau berdiri mengacungkan jari dan mengatakan "Saya, Bu!" dengan suara keras.
  7. Menghindarkan label "pemalu" Jika harus membicarakan perilaku si upik pada orang tuanya, guru bisa memfokuskan pada perilaku tertentu yang sudah lewat, dan memakai istilah yang tidak dipahami si upik. misalnya: "Hari ini dia tidak banyak omong, birpun sudah diajak bicara".
  8. Memperbanyak referensi. Guru bisa mencari informasi tentang anak pemalu melalui buku, majalah, internet, atau narasumber. Bisa juga mengumpulkan buku-buku anak yang bercerita tentang sikap pemalu, untuk dibaca di depan kelas atau berdua dengan si upik.
  9. Bekerja sama dengan orang tua. Guru bisa melibatkan anda dalam: menyusun program khusus untuk si upik; menentukan target-target yang ingin dicapai dalam sebulan, satu semester, atau setahun; serta dalam mengukur keberhasilan program tersebut.

Dengan bantuan guru sekolahnyua, semoga 'ratu malu' anda akan cepat bermetamorfosis menjadi 'ratu ramah' di sekolah.

Semoga artikel Cara Membantu Anak Pemalu ini, bermanfaat, terima kasih sudah berkunjung di Media Kliping Kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pahami Dan Patuhi Netiket Jika Komentar Anda Ingin Di Tampilkan
Understand And Adhere Netiquette, If Your Comment Want In Show