Minum Jamu Pelancar ASI Aman Atau Tidak

Jumat, 01 Maret 2013

Anda berniat minum jamu pelancar ASI? Atau masih ragu karena digelayuti pertanyaan, "Amankah jamu itu untuk dikonsumsi?"

Jamu pelancar atau penambah persediaan air susu ibu (ASI) tergolong jamu laktogenik (kadang disebut laktogog). Yakni ramuan yang terbuat dari tumbuhan - daun, batang, akar, bunga, biji-bijian, dan lain-lain - yang mempengaruhi persediaan ASI. Setidaknya, jamu laktogenik memberi ibu rasa percaya diri dan ketenangan. Kedua jenis emosi positif ini tentu akan membantu meningkatkan refleks oksitosin (refleks pengeluaran air susu) si ibu.


RACUN, EFEK SAMPING DAN ALERGI

Pat Dwiggins, IBCLC. - bidan di Pensacola, Florida, Amerika Serikat - adalah salah satu konsultan laktasi internasional yang mengatakan bahwa jamu dapat bermanfaat bagi ibu menyusui. Meski begitu, ia mengingatkan agar ibu menyusui tetap berhati-hati. "Sebagian jamu bisa saja beracun," ia mewanti-wanti

Prinsip kehati-hatian ini ditekankan pula dalam buku Mother Food karya Hillary Jacobson - aktivis dan pendiri Mother Overcoming Breastfeeding Issues (MOBI) Motherhood International (organisasi yang membantu para ibu mengatasi kesulitan menyusui).

Menurutnya, kita disarankan untuk mencicipi jamu (baru) dengan dosis terendah lebih dulu. Selain untuk alasan kemudahan dalam menetapkan dosis minimum yang disyaratkan, cara ini memudahkan kita memeriksa ada tidaknya efek samping, dan mencegah reaksi alergi yang parah - terutama jika ada riwayat alergi di keluarga.

Setelah menicicipi jamu, kita disarankan mengamati respon tubuh selama beberapa jam sesudahnya. Apakah jantung jadi berdebar-debar? Nafas memburu? Terjadi gangguan pencernaan? Perubahan di permukaan kulit (bercak merah di wajah, telinga kemerahan)? Susah menelan? Hidung tersumbat? Problem pernapasan? Tiba-tiba merasa lelah? Atau melakukan gerakan-gerakan tak disengaja - seperti kedutan pada kaki?


REAKSI BERBEDA

Jika setelah minum jamu tak terjadi apa-apa, masih mengacu pada buku Mother Food, silahkan tambahkan dosisnya. Tapi jika mengalami salah satu respon di atas, hentikan minum jamu dan konsultasikan reaksi tersebut kepada dokter atau ahli alergi.

Yang perlu diingat, tiap individu memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda. Oleh karena itu, pelajari respon tubuh terhadap jamu yang anda konsumsi, dan temukan dosis yang tepat untuk diri anda.

Sekedar contoh, ada ibu yang cocok minum jamu laktogenik dalam dosis kecil tiap hari. Tapi ada juga yang lebih cocok minum dosis besar selama 2-4 hari, lalu berhenti.

Jadi, amankah minum jamu laktogenik? Aman, asal diminum secara bijak. Dan ingat! Jangan segan mengurangi/menghentikannya jika timbul masalah. Nah, selamat menyeruput jamu, dan semoga sukses menyusui!

Semoga artikel Minum Jamu Pelancar ASI Aman Atau Tidak ini, bermanfaat, terima kasih sudah berkunjung di Media Kliping Kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pahami Dan Patuhi Netiket Jika Komentar Anda Ingin Di Tampilkan
Understand And Adhere Netiquette, If Your Comment Want In Show